Kenali gejala awal diabetes, dari sering buang air kecil dan cepat haus hingga luka lama sembuh. Siapa yang berisiko, pemeriksaan apa yang perlu dilakukan, dan nilai diagnosisnya.
Gejala awal diabetes yang paling khas adalah sering buang air kecil, cepat haus, cepat lapar, dan berat badan turun tanpa sebab. Gejala lain yang sering diabaikan antara lain mudah lelah, pandangan kabur, kesemutan, dan luka yang lama sembuh. Namun, diabetes tipe 2 pada tahap awal sering tidak menimbulkan gejala sama sekali. Karena itu, cara paling pasti bukan menunggu gejala, melainkan memeriksa gula darah bila Anda memiliki faktor risiko.
Gejala klasik gula darah tinggi
PERKENI menyebut tiga keluhan klasik diabetes: poliuria (sering buang air kecil), polidipsia (sering haus), dan polifagia (sering lapar), ditambah penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan. Ketika gula darah terlalu tinggi, ginjal membuang kelebihan gula lewat urine sambil menarik banyak air. Tubuh pun kekurangan cairan dan merasa haus. Di sisi lain, sel tidak bisa memakai gula sebagai energi dengan baik, sehingga Anda merasa lapar dan lemas meski sudah makan.
- Sering buang air kecil, terutama terbangun beberapa kali di malam hari
- Sangat haus dan mulut terasa kering
- Mudah lapar
- Berat badan turun tanpa diet
- Badan lemas dan cepat lelah
Tanda yang sering diabaikan
- Pandangan kabur yang datang dan pergi
- Luka yang lama sembuh atau mudah infeksi
- Infeksi berulang, seperti keputihan karena jamur, infeksi saluran kemih, atau bisul
- Gatal di kulit atau area kelamin
- Kesemutan, kebas, atau rasa terbakar di tangan dan kaki
- Kulit menghitam dan menebal di leher, ketiak, atau lipatan tubuh, yang bisa menjadi tanda resistensi insulin
Gejala-gejala ini juga bisa disebabkan hal lain. Mengalaminya tidak berarti Anda pasti diabetes, tetapi cukup menjadi alasan untuk memeriksakan gula darah.
Diabetes tipe 1 dan tipe 2: perbedaan gejala
Diabetes tipe 2, yang paling banyak ditemukan pada orang dewasa, biasanya berkembang perlahan selama bertahun-tahun. Gejalanya ringan dan sering dianggap karena usia atau kelelahan bekerja. Diabetes tipe 1, yang lebih sering pada anak dan orang muda, gejalanya muncul cepat dalam beberapa minggu dan bisa berat hingga menyebabkan ketoasidosis diabetik.
Segera ke IGD atau hubungi 119 bila rasa haus dan sering buang air kecil disertai mual, muntah, nyeri perut, napas cepat dan dalam, napas berbau seperti buah, atau rasa sangat mengantuk.
Siapa yang berisiko dan perlu diperiksa
- Berat badan berlebih: indeks massa tubuh (IMT) 23 kg/m² atau lebih, batas yang dipakai untuk orang Asia; Kalkulator BMI di bagian Alat dapat membantu menghitungnya
- Lingkar pinggang 90 cm atau lebih pada pria, 80 cm atau lebih pada wanita
- Orang tua atau saudara kandung dengan diabetes
- Tekanan darah tinggi atau kadar kolesterol tidak normal
- Pernah diabetes saat hamil atau melahirkan bayi dengan berat lahir lebih dari 4 kg
- Kurang aktivitas fisik dan sering minum minuman manis, seperti es teh manis atau kopi susu bergula
- Usia 45 tahun ke atas, usia skrining yang dianjurkan PERKENI walaupun tanpa faktor risiko lain
Peserta BPJS Kesehatan dapat menanyakan pemeriksaan skrining gula darah di fasilitas kesehatan tingkat pertama tempat mereka terdaftar. Bila Anda memiliki beberapa faktor risiko di atas, jangan menunggu sampai muncul gejala.
Pemeriksaan dan nilai diagnosis
- Gula darah puasa minimal 8 jam: normal 70–99 mg/dL (3,9–5,5 mmol/L), prediabetes 100–125 mg/dL (5,6–6,9 mmol/L), diabetes 126 mg/dL (7,0 mmol/L) atau lebih
- Tes toleransi glukosa oral (TTGO) 75 gram: nilai 2 jam 140–199 mg/dL (7,8–11,0 mmol/L) termasuk prediabetes, 200 mg/dL (11,1 mmol/L) atau lebih termasuk diabetes
- HbA1c: prediabetes 5,7–6,4%, diabetes 6,5% atau lebih dengan metode terstandar
- Gula darah sewaktu 200 mg/dL (11,1 mmol/L) atau lebih disertai keluhan klasik termasuk diabetes
- Hasil tidak normal tanpa gejala harus dipastikan dengan pemeriksaan ulang
Bila hasil Anda masuk kategori prediabetes, jangan panik. Pada tahap ini, menurunkan berat badan, mengatur pola makan, dan rutin bergerak dapat menunda atau mencegah diabetes. Rincian nilai normal dibahas di artikel Kadar Gula Darah Normal Berdasarkan Usia.
Setelah ke dokter, Glucoly membantu Anda memantau gula darah puasa dan setelah makan, dimasukkan secara manual atau disinkronkan dari Apple Health dan Dexcom, lengkap dengan pengingat cek gula darah dan minum obat. Glucoly gratis diunduh dengan pencatatan tanpa batas; perkiraan HbA1c dan laporan lengkap tersedia di Glucoly Premium.
Unduh Glucoly gratisPenafian medis: artikel ini hanya untuk informasi dan edukasi, tidak menggantikan saran medis, dan tidak dapat dipakai untuk mendiagnosis penyakit. Bila Anda memiliki gejala atau faktor risiko di atas, periksakan diri ke dokter dan jangan memulai atau mengubah obat tanpa petunjuk dokter.
Artikel terkait
Puasa Ramadan bagi Penyandang Diabetes
Bolehkah penyandang diabetes berpuasa? Panduan persiapan sebelum Ramadan, kapan harus membatalkan puasa, menu…
Baca selengkapnya →PemeriksaanHbA1c: Nilai Normal dan Target Pengobatan
Apa itu HbA1c, berapa nilai normal, prediabetes, dan diabetes, berapa target bagi penyandang diabetes, seberap…
Baca selengkapnya →MakananNasi Putih dan Diabetes: Porsi dan Penggantinya
Bolehkah penyandang diabetes makan nasi putih? Panduan porsi, pilihan nasi merah dan pengganti lain, cara meny…
Baca selengkapnya →
