Prediabetes berarti gula darah di atas normal tetapi belum diabetes. Kenali angkanya, siapa yang perlu diperiksa, dan langkah yang terbukti membantu mencegah diabetes tipe 2.
Prediabetes adalah kondisi ketika gula darah sudah lebih tinggi dari normal, tetapi belum cukup tinggi untuk disebut diabetes. Kondisi ini biasanya tidak bergejala dan hanya ketahuan lewat pemeriksaan darah. Kabar baiknya, prediabetes adalah tanda peringatan, bukan vonis. Bagi banyak orang, menurunkan sedikit berat badan, lebih banyak bergerak, dan mengurangi minuman manis sudah cukup untuk mengembalikan gula darah ke rentang normal dan mencegah atau menunda diabetes tipe 2.
Angka yang menunjukkan prediabetes
Menurut PERKENI dan ADA, prediabetes ditentukan dari salah satu pemeriksaan berikut. Cukup satu hasil yang masuk rentang ini, tetapi dokter biasanya akan mengulang atau melengkapi pemeriksaan untuk memastikan.
- Glukosa darah puasa terganggu (GDPT): gula darah puasa 100–125 mg/dL (5,6–6,9 mmol/L)
- Toleransi glukosa terganggu (TGT): gula darah 2 jam pada TTGO 75 g sebesar 140–199 mg/dL (7,8–11,0 mmol/L)
- HbA1c 5,7–6,4%
- Bila angkanya lebih tinggi lagi, yaitu gula darah puasa 126 mg/dL (7,0 mmol/L) atau lebih, TTGO 2 jam 200 mg/dL (11,1 mmol/L) atau lebih, atau HbA1c 6,5% atau lebih, itu sudah masuk kriteria diabetes
Seseorang bisa memiliki GDPT saja, TGT saja, atau keduanya sekaligus. Semakin dekat angka Anda ke batas atas, semakin besar kemungkinan berkembang menjadi diabetes bila tidak ada perubahan.
Mengapa prediabetes sering tidak disadari
Pada tahap ini gula darah naiknya pelan dan belum cukup tinggi untuk menimbulkan keluhan. Kebanyakan orang merasa sehat, tetap bekerja seperti biasa, dan baru tahu setelah cek darah di kantor, saat medical check-up, atau ketika berobat untuk hal lain. Bila Anda sudah mengalami keluhan seperti sering haus dan sering buang air kecil, baca juga gejala awal diabetes dan segera periksakan diri, karena keluhan itu lebih sering muncul ketika gula darah sudah masuk rentang diabetes.
Siapa yang perlu diperiksa
Karena tidak bergejala, pemeriksaan dianjurkan bagi orang dewasa yang memiliki faktor risiko. Makin banyak faktor yang Anda miliki, makin penting untuk segera diperiksa.
- Berat badan berlebih atau obesitas, terutama dengan lingkar perut besar
- Orang tua atau saudara kandung dengan diabetes
- Tekanan darah tinggi atau kolesterol yang tidak normal
- Pernah mengalami diabetes gestasional atau melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kg
- Jarang bergerak, misalnya sebagian besar hari dihabiskan dengan duduk
- Usia 35 tahun ke atas (ADA) atau 45 tahun ke atas (PERKENI), tanpa faktor lain
Pemeriksaan gula darah bisa dilakukan di Posbindu PTM di lingkungan Anda atau di Puskesmas. Untuk pemeriksaan lanjutan seperti TTGO atau HbA1c dan soal biayanya, tanyakan di Puskesmas atau ke BPJS Kesehatan, karena layanan tiap fasilitas bisa berbeda.
Langkah yang terbukti membantu
Studi besar Diabetes Prevention Program (DPP) di Amerika Serikat menunjukkan bahwa penurunan berat badan sekitar 5–7% disertai aktivitas fisik teratur menurunkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 58% dalam kurun sekitar 3 tahun. Untuk orang dengan berat 80 kg, itu berarti turun sekitar 4–6 kg, bukan target yang mustahil.
- Turunkan berat badan 5–7% secara bertahap, bukan dengan diet ekstrem
- Bergerak minimal 150 menit per minggu, misalnya jalan cepat 30 menit lima hari seminggu
- Kurangi minuman manis seperti es teh manis, kopi susu kekinian, sirup, dan minuman kemasan; ganti dengan air putih atau teh tawar
- Perkecil porsi nasi putih, kue, dan gorengan
- Isi separuh piring dengan sayur, ditambah lauk seperti ikan, tempe, tahu, atau telur
- Berhenti merokok; tanyakan layanan berhenti merokok di Puskesmas
Nasi putih adalah sumber karbohidrat terbesar di piring kebanyakan orang Indonesia, jadi mengatur porsinya memberi dampak besar. Panduan porsi dan penggantinya ada di artikel nasi putih dan diabetes. Mulailah dari satu atau dua perubahan yang paling mudah Anda jalankan, lalu tambah sedikit demi sedikit agar bertahan lama.
Pantau dan periksa ulang setiap tahun
Setelah didiagnosis prediabetes, periksa ulang gula darah atau HbA1c setidaknya setahun sekali, atau sesuai jadwal yang disarankan dokter. Dengan begitu Anda tahu apakah perubahan gaya hidup berhasil, dan bila angkanya terus naik, diabetes bisa ketahuan dan ditangani lebih awal. Pada sebagian orang dengan risiko tinggi, dokter juga dapat mempertimbangkan obat; keputusan ini selalu diambil bersama dokter.
Mencatat hasil gula darah, berat badan, dan tekanan darah dari waktu ke waktu membantu Anda dan dokter melihat arah perubahannya. Penurunan berat badan beberapa kilo saja sering sudah terlihat pada angka gula darah puasa.
Glucoly membantu Anda memantau perubahan gula darah Anda: catat gula darah, berat badan, dan tekanan darah, tandai hasil sebagai sebelum atau sesudah makan, tambahkan catatan, lalu lihat tren 7 hingga 90 hari. Masukkan hasil secara manual atau sinkronkan dari Apple Health di iPhone. Glucoly gratis diunduh dengan pencatatan tanpa batas; perkiraan HbA1c dan laporan lengkap tersedia di Glucoly Premium.
Unduh Glucoly gratisPenafian medis: artikel ini hanya untuk informasi dan edukasi, dan tidak menggantikan saran dokter. Diagnosis prediabetes dan diabetes harus ditegakkan oleh tenaga kesehatan berdasarkan pemeriksaan laboratorium. Diskusikan dengan dokter sebelum mengubah pola makan, memulai olahraga berat, atau memakai obat.
Artikel terkait
Hipoglikemia: Gejala dan Cara Mengatasinya
Hipoglikemia atau gula darah rendah: batas angkanya, gejala seperti gemetar dan keringat dingin, cara mengatas…
Baca selengkapnya →Gula darahKadar Gula Darah Normal Berdasarkan Usia
Berapa kadar gula darah normal saat puasa, 2 jam setelah makan, dan menurut usia? Simak batas prediabetes dan…
Baca selengkapnya →MakananGorengan, Teh Manis, dan Gula Darah
Bagaimana gorengan, es teh manis, kopi sachet, dan kue tradisional memengaruhi gula darah? Cara memesan minuma…
Baca selengkapnya →
